Sunday, December 27, 2009

Ratapan Puteri

Al-Kisah dari Imam Hasan Al-Bashri. Pada suatu hari ketika beliau sedang duduk dimuka pintu rumahnya. Ada mayat seorang lelaki sedang diusung. Disitu seorang puteri sedang mengikuti usungan dengan menghurai rambutnya dan menangis.

Puteri itu mengatakan "Aduhai ayah, selama umurku aku tidak akan menghadapi hari seperti ini". Hasan Al-Bashri berkata, " Engkau sudah tidak akan menghadapi ayahmu sebagaimana hari ini".

Pada hari yg lainnya, Al-Bashri duduk di muka pintu lagi setelah selesai solat subuh. Tiba-tiba seorang puteri kalmarin, pergi berziarah ke kubur ayahnya sambil menangis. Al-bashri mengikutinya dari belakang.Setelah sampai di kubur ayahnya, puteri itu lalu merakul dan mendakap kubur ayahnya.Mukanya diletakkan pada tanah sambil berkata;

- Wahai ayah, bagaimana engkau semalam di dlm gelap kubur, dgn sendirian tidak ada yg
menerangi dan menghibur.
- Wahai ayah, akulah yg menerangi lampu engkau kemarin malam, maka lantas siapa yg
menerangi lampu engkau malam tadi ?
- Wahai ayag, akulah yg menyelimut kedua tangan & kedua kakimu kemarin malam. Maka
siapakah yg menyelimut tadi malam ?
- Wahai ayah, akulah yg mengambilkan minuman engkau kemarin malam. Maka siapakah yg
memberi minum engkau tadi malam ?
- Wahai ayah, akulah yg membalikkan engkau dari arah kanan ke kiri. maka lantas siapakah yg
membalikkan engkau tadi malam ?
- Wahai ayah, akulah yg menutupi anggotamu ketika engkau telanjang . Maka siapakah yg
menutupi engkau tadi malam ?
- Wahai ayah, akulah yg membayangkan wajahmu kemarin. Maka siapakah yg membayangkan
engkau tadi malam ?
- Wahai ayah, kemarin engkau memanggil-manggil dan akulah yg menjawab. Maka siapakah yg
engkau panggil tadi malam ?
- Wahai ayah, ketika engkau ingin makan akulah yg mengambilkan. Maka siapakah yg memberi
makan engkau ?
- Wahai ayah, akulah yg memasak segala macam makanan buat ayah kemarin. Maka siapakah
yg memasak untuk ayah tadi malam ?

Setelah Imam Al-Bashri mendengar ucapan puteri seperti itu lalu beliau menampakkan diri sambil mendekati puteri.Beliau berkata ," Engkau jangan mengatakan seperti itu, tapi katakanlah demikian; " Kemarin aku menghadapkan engkau ke kiblat. Skg engkau apakah masih menghadap kiblat atau sudah berpaling ?"

- Wahai ayah, aku mengkafani engkau kafan yg baik, maka apakah kafan itu masih utuh atau
sudah disobek ?
- Wahai ayah, aku meletakkan engkau dalam kubur masih utuh jasadnya. maka apakah skg
masih utuh, apakah sudah dimakan sidat ?
- Wahai ayah, para ulama sama mengatakan, para hamba itu ditanya urusan iman, maka
sebahagian hamba ada yg dapat menjawab dan ada yg tidak". lantas engkau apakah dapat
menjawab atau tidak ?

- Wahai ayah, para ulama sama mengatakan, " kubur itu ada yg diperluaskan buat ahli kubur,
dan ada yg disempitkan". Maka apakah kubur ayah itu diperluaskan atau disempitkan ?
- Wahai ayah, para ulama mengatakan, " Sebahagian ahli kubur itu kafannya ada yg diganti
kafan Syurga, dan yg diganti dari dari Neraka ?
- Wahai ayah, para ulama sama mengatakan," kubur itu merupakan taman dan taman-taman
Syurga, atau lubang dari lubang-lubang Neraka ?

- Wahai ayah, para ulama sama mengatakan, "kubur itu merangkul sebahagian ahli bagaikan seorang ibu merangkul anaknya. dan ada yg benci serta menghimpit ahli kubur, sehingga putus dan keluarlah tulang rusuknya." maka apakah kubur ini memeluk engkau atau benci ?

- Wahai ayah para ulama juga berkata," semua yg berada dalam kubur pasti menyesal, bagi orang yg bertakwa menyesali kerana kurang banyak kebaikannya. Bagi org yg ahli maksiat, sama menyesali perbuatan jahat". maka apakah engkau menyesal dalam melakukan perbuatan hina atau menyesal kerana sedikit melakukan perbuatan baik ?

- Wahai ayah, kemarin aku memanggil-manggil engkau dan engkau terus menjawab. Sudah
lama sekali aku memanggil-manggil di atas kuburmu, tapi bagaimana aku tidak mendengar
suaramu.

- Wahai ayah, engkau sudah tidak akan berjumpa dengan aku hingga datangnya hari kiamat " ALLAHHUMMA LAA TAHRIMNAA LIQAA-AHU YAUMAL QIYAAMTI = ya allah, janganlah Engkau menghalangi aku untuk berjumpa dengan ayah kelak di hari kiamat.

Setelah itu puteri dan Hasan Al- Bashri pun berlalu meninggal kawasan perkuburan itu.

No comments:

Post a Comment